Perubahan Drastis Undian All England 2026: Jafar/Felisha Hadapi Tantangan Baru dari China

JAKARTA – Dinamika kompetisi menjelang pembukaan turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, mengalami perubahan signifikan. Pasangan ganda campuran muda Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, dipastikan menghadapi lawan yang berbeda dari rencana semula akibat mundurnya salah satu pasangan unggulan.

BACA JUGA : Game Online Indonesia Ringan Cocok untuk HP Kentang

Dampak Mundurnya Wakil Thailand

Perubahan drawing ini dipicu oleh keputusan mundurnya pasangan ganda campuran asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran. Sesuai regulasi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh pemain berperingkat tinggi mengakibatkan pergeseran bagan tanding untuk menjaga keseimbangan turnamen.

Awalnya, Jafar/Felisha dijadwalkan bersua dengan wakil Thailand lainnya, Pakkapon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai. Namun, berdasarkan hasil pembaruan setelah managers meeting, mereka kini dijadwalkan bertanding melawan pasangan asal China, Gao Jia Xuan/Wu Meng Ying, di babak pertama.

Jalur Kompetisi Menuju Babak Akhir

Meskipun lawan di babak pertama berubah, jalur Jafar/Felisha menuju babak gugur selanjutnya tetap diprediksi berat. Jika berhasil melewati hadangan China di partai pembuka, mereka berpotensi menghadapi tantangan besar dari para unggulan:

  • Babak Perempat Final: Berpeluang bertemu unggulan ke-6 asal China, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui.
  • Babak Semifinal: Potensi duel sengit melawan unggulan ke-5 asal Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, atau unggulan ke-2, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin.

Di sisi lain, ganda campuran Indonesia lainnya, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, tetap berada pada posisi undian awal. Mereka dijadwalkan menghadapi pasangan Jerman, Marvin Seidel/Thuc Phuong Nguyen. Keuntungan bagi Indonesia adalah posisi kedua pasangan ini berada di pul yang berbeda (atas dan bawah), sehingga potensi “perang saudara” hanya mungkin terjadi di babak final.

Target dan Fokus Pemain

Menghadapi perubahan lawan secara mendadak, Jafar Hidayatullah dan Felisha Pasaribu tetap menunjukkan sikap optimis namun waspada. Felisha menyatakan bahwa target minimal yang ingin dicapai adalah menembus babak semifinal, meskipun ia menyadari persaingan di level Super 1000 sangatlah ketat.

“Harapan kami adalah mencapai minimal semifinal. Namun, yang terpenting sekarang adalah fokus satu demi satu pertandingan saja,” ujar Jafar Hidayatullah mempertegas kesiapan mental mereka.

Seluruh wakil ganda campuran Indonesia dijadwalkan memulai perjuangan mereka di Utilita Arena Birmingham pada Rabu (4/3/2026). Perubahan strategi perlu segera dilakukan oleh tim pelatih mengingat karakter bermain pasangan China cenderung berbeda dengan gaya permainan Thailand yang semula mereka antisipasi.