Mantan penyerang Manchester United, Louis Saha, memberikan masukan krusial terkait kebijakan transfer klub menjelang pembukaan bursa musim panas 2026. Saha menekankan bahwa prioritas utama manajemen “Setan Merah” saat ini adalah mendatangkan sosok gelandang jangkar yang memiliki profil fisik dan kemampuan taktikal serupa dengan bintang Arsenal, Declan Rice.
Desakan ini muncul di tengah ketidakpastian komposisi lini tengah United yang diprediksi akan mengalami perombakan besar-besaran pada akhir musim ini.
BACA JUGA : Proyeksi Jangka Panjang Manchester City: Vincent Kompany Tetap Menjadi Kandidat Utama Penerus Pep Guardiola
Krisis Kedalaman Skuad di Sektor Gelandang
Manchester United menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan pemain di jantung permainan. Beberapa faktor utama yang memicu urgensi ini antara lain:
- Kepergian Casemiro: Pemain veteran asal Brasil ini dipastikan akan meninggalkan Old Trafford seiring dengan berakhirnya masa kontraknya di akhir musim.
- Ketidakpastian Manuel Ugarte: Gelandang asal Uruguay tersebut dikabarkan juga memiliki keinginan untuk mencari tantangan baru di luar Manchester.
- Kondisi Kebugaran Mason Mount: Meski masih terikat kontrak, riwayat cedera kambuhan yang dialami Mount membuatnya sulit diandalkan secara konsisten, bahkan memicu rumor mengenai potensi penjualannya.
Saat ini, praktis hanya Kobbie Mainoo dan Bruno Fernandes yang menjadi tumpuan utama. Namun, keduanya memiliki karakteristik permainan yang lebih ofensif, sehingga meninggalkan celah besar pada aspek pertahanan di lini tengah.
Analisis Louis Saha: Kebutuhan akan Atletisitas
Dalam wawancaranya yang dilansir oleh Daily Mail, Louis Saha menyebutkan bahwa lini tengah United saat ini kekurangan intensitas dan kekuatan fisik untuk bersaing di level tertinggi Premier League.
“Gelandang tengah adalah kebutuhan mutlak bagi Manchester United pada bursa transfer mendatang. Mereka membutuhkan pemain yang jauh lebih atletis di sektor tersebut,” ujar Saha.
Ia secara spesifik merujuk pada gaya bermain Declan Rice sebagai standar ideal yang harus dicari oleh klub. Menurut Saha, pemain dengan profil tersebut mampu memberikan dampak instan melalui kemampuan mendominasi lini tengah, daya jelajah yang tinggi (box-to-box), serta keunggulan dalam duel fisik yang selama ini menjadi titik lemah United.
Visi Jangka Panjang di Bawah Kendali Baru
Pencarian gelandang bertahan bertipe “penghancur” sekaligus pengatur tempo menjadi sangat krusial bagi stabilitas pertahanan United. Dengan target untuk kembali bersaing di papan atas dan kompetisi Eropa, manajemen di bawah kepemimpinan baru diharapkan tidak lagi melakukan pembelian impulsif.
Saha menegaskan bahwa kehadiran pemain dengan kepemimpinan dan ketenangan seperti Rice akan membantu pemain muda seperti Kobbie Mainoo untuk berkembang lebih maksimal tanpa beban pertahanan yang terlalu berat. Bursa transfer musim panas 2026 diprediksi akan menjadi pertaruhan besar bagi Manchester United dalam menentukan arah kebijakan teknis tim untuk beberapa tahun ke depan.
